Lompat ke konten utama

Event dan Teknologi

Cara Memilih Jasa Live Streaming: 12 Pertanyaan Teknis

Tim Impresif Indonesia4 menit baca

Live streaming acara punya sifat yang kejam: kalau gagal, gagalnya di depan semua orang, dan tidak bisa diulang. Tidak ada versi "nanti diperbaiki di editing" untuk siaran langsung.

Karena itu memilih penyedia jasa live streaming bukan soal membandingkan penawaran, melainkan soal memastikan mereka sudah memikirkan apa yang terjadi ketika sesuatu rusak. Berikut dua belas pertanyaan yang sebaiknya Anda ajukan sebelum menandatangani apa pun — beserta arti dari jawabannya.

1. Berapa kamera, dan apa yang terjadi kalau satu mati

Satu kamera berarti satu titik kegagalan. Kalau kamera itu bermasalah, siaran Anda berhenti.

Multicam bukan sekadar soal variasi gambar. Kamera kedua adalah cadangan kamera pertama. Tanyakan berapa kamera yang datang, dan apakah salah satunya bisa langsung menggantikan yang lain tanpa menghentikan siaran.

2. Internetnya dedicated, atau menumpang wifi venue

Ini pertanyaan paling menentukan, dan paling sering dijawab kabur.

Wifi venue dibagi dengan seluruh tamu. Begitu peserta datang dan semua menyalakan ponsel, kecepatan unggah runtuh — persis saat acara dimulai. Tethering ponsel punya masalah yang sama ditambah risiko sinyal.

Koneksi dedicated berarti jalur yang hanya dipakai untuk siaran. Tanyakan berapa Mbps unggahnya, bukan berapa Mbps unduhnya: siaran mengirim data, bukan menerima.

3. Ada jalur cadangan yang benar-benar berbeda

Dua koneksi dari operator yang sama, lewat kabel yang sama, bukan cadangan — itu satu titik kegagalan yang dihitung dua kali.

Cadangan yang berarti adalah jalur dari sumber berbeda: operator lain, atau jalur seluler dari provider yang berbeda. Tanyakan berapa detik waktu yang dibutuhkan untuk berpindah.

4. Bagaimana kalau listrik venue padam

Perangkat siaran tidak hanya butuh listrik, ia butuh listrik yang tidak terputus sedetik pun. Satu kedipan saja bisa mematikan switcher dan memutus siaran.

Tanyakan apakah ada UPS untuk perangkat inti, dan berapa lama ia bertahan.

5. Siapa yang mengoperasikan switcher, dan dengan apa

Perpindahan antar kamera dilakukan operator, bukan otomatis. Tanyakan siapa orangnya dan berapa lama pengalamannya.

Perangkat lunak atau perangkat keras switcher juga menentukan apa yang bisa dilakukan: sisipan grafis, tayangan bahan presentasi, dan tampilan gabungan pembicara dengan salindia.

6. Apakah ada rekaman terpisah dari siaran

Siaran dan rekaman adalah dua hal berbeda. Rekaman lokal tiap kamera berjalan meski siaran terputus — dan itulah yang menyelamatkan Anda kalau internet bermasalah.

Tanyakan apakah rekaman diserahkan, dalam format apa, dan kapan.

7. Berapa platform tujuan sekaligus

Kalau acara Anda harus tayang di YouTube dan Zoom bersamaan, atau ditambah kanal internal perusahaan, itu bukan hal yang bisa diputuskan di hari-H.

Tanyakan berapa tujuan yang bisa ditangani sekaligus, dan apakah tiap tujuan butuh pengaturan berbeda.

8. Siapa yang memegang akun siaran

Ini sering terlewat dan sering jadi masalah setelah acara selesai.

Kalau siaran memakai akun vendor, rekaman dan statistik penonton ada di tangan mereka. Kalau memakai akun Anda, vendor butuh akses. Putuskan sebelum acara, bukan sesudah.

9. Apakah ada uji coba sebelum hari-H

Uji coba penuh — kamera terpasang, koneksi hidup, siaran percobaan berjalan — adalah pembeda paling jelas antara vendor berpengalaman dan yang belajar di acara Anda.

Tanyakan kapan uji coba dilakukan dan siapa yang perlu hadir.

10. Bagaimana kru berkomunikasi saat acara berjalan

Operator kamera, operator switcher, dan pengarah acara harus bisa saling bicara tanpa terdengar tamu. Tanpa itu, perpindahan kamera selalu terlambat setengah detik dan terlihat oleh penonton.

Tanyakan apakah ada sistem komunikasi nirkabel antar kru.

11. Grafis apa yang sudah termasuk

Nama pembicara yang muncul di bawah layar, bumper pembuka, dan logo yang tampil sepanjang siaran adalah hal kecil yang membuat siaran terlihat seperti siaran, bukan seperti panggilan video.

Tanyakan apa yang sudah termasuk dan kapan bahan grafis harus Anda serahkan.

12. Apa yang diserahkan setelah acara, dan kapan

Rekaman utuh, potongan per sesi, atau keduanya. Dalam resolusi apa. Lewat media apa. Berapa lama setelah acara.

Vendor yang bisa menjawab keempatnya dengan angka biasanya sudah pernah melakukannya berkali-kali.

Apa yang tercakup dalam paket kami

Supaya Anda punya pembanding yang konkret, berikut isi paket jasa live streaming kami, apa adanya:

  • Paket Silver: satu kamera Full HD Sony PXW Series, laptop broadcast dengan vMix Pro, grafis lower third dan bumper, satu operator kamera dan satu operator FOH, koneksi internet dedicated, serta rekaman hasil siaran
  • Paket Gold: dua kamera Full HD, video switcher dengan monitor preview, dua operator kamera dan satu operator FOH, Zoom Pro, komunikasi nirkabel antar kru, dan rekaman hasil siaran
  • Paket Platinum: tiga kamera profesional Sony 4K, PC broadcast dan laptop vMix Pro, grafis lengkap, tiga operator kamera dan dua operator FOH, wireless video system, Zoom Pro, dan rekaman hasil siaran

Kami sengaja tidak mencantumkan angka biaya di situs ini. Biaya siaran langsung ditentukan jumlah kamera, durasi, jumlah platform tujuan, kebutuhan kru, dan lokasi acara — lima hal yang berbeda pada setiap acara. Angka yang dipasang tanpa mengetahui kelimanya hanya akan salah untuk hampir semua orang yang membacanya.

Ringkasnya

Dua belas pertanyaan di atas tidak menuntut Anda paham teknis. Anda hanya perlu memperhatikan mana yang dijawab dengan angka dan mana yang dijawab dengan "tenang saja".

Kalau acara Anda di ibu kota, kami menangani live streaming di Jakarta untuk acara kementerian dan korporasi. Untuk konferensi internasional dan MICE, halaman live streaming Bali menjelaskan penyesuaian yang biasanya diperlukan.

Ajukan dua belas pertanyaan itu kepada kami juga.