Lompat ke konten utama

Event dan Teknologi

Perbedaan Event Hybrid dan Full Daring, dan Cara Memilihnya

Tim Impresif Indonesia3 menit baca

Sejak rapat jarak jauh menjadi hal biasa, hampir setiap acara korporat menghadapi satu pertanyaan yang sama: perlu ada tamu di ruangan, atau cukup semuanya daring?

Keduanya bukan pilihan yang lebih baik atau lebih buruk. Keduanya menyelesaikan masalah yang berbeda, dengan biaya dan risiko yang berbeda pula. Artikel ini menjelaskan perbedaannya dan memberi cara memutuskan.

Definisi singkat

Acara full daring berarti tidak ada tamu di lokasi. Pembicara bisa berada di studio, di kantor masing-masing, atau di rumah. Seluruh peserta menonton lewat layar.

Acara hybrid berarti ada tamu yang hadir secara fisik, dan sekaligus ada peserta yang mengikuti dari jauh. Keduanya harus mendapat pengalaman yang layak — dan di situlah letak kesulitannya.

Perbedaan yang paling menentukan

Perbedaan terbesar bukan pada jumlah kamera, melainkan pada siapa yang menjadi penonton utama.

Pada acara full daring, satu-satunya penonton adalah yang di layar. Semua keputusan teknis diambil untuk mereka: sudut kamera, ukuran huruf salindia, tempo acara.

Pada acara hybrid, ada dua penonton dengan kebutuhan berbeda dalam satu waktu. Tamu di ruangan butuh suara yang mengisi ruang dan pembicara yang menatap mereka. Peserta daring butuh suara yang bersih langsung dari mikrofon dan wajah pembicara yang terlihat dekat.

Melayani keduanya sekaligus menuntut perencanaan yang tidak dibutuhkan acara full daring.

Yang lebih rumit pada acara hybrid

Suara

Ini masalah nomor satu, dan paling sering diremehkan.

Suara yang enak di ruangan sering terdengar bergema di siaran. Suara yang bersih di siaran sering terdengar terlalu pelan di ruangan. Keduanya butuh jalur audio terpisah dari mixer yang sama — bukan mikrofon kamera yang merekam suara pengeras ruangan.

Sesi tanya jawab

Peserta daring yang bertanya harus terdengar oleh tamu di ruangan, dan sebaliknya. Tanpa perencanaan, yang terjadi biasanya moderator membacakan ulang pertanyaan — dan peserta daring merasa jadi penonton kelas dua.

Tempo

Ada jeda beberapa detik antara apa yang terjadi di ruangan dan apa yang terlihat di layar peserta daring. Sesi interaktif, kuis, dan voting harus dirancang dengan mempertimbangkan jeda itu.

Yang lebih rumit pada acara full daring

Acara full daring lebih sederhana secara teknis, tetapi lebih sulit secara perhatian.

Tidak ada tekanan sosial yang membuat orang tetap duduk. Peserta bisa membuka tab lain kapan saja, dan sering melakukannya. Karena itu acara full daring menuntut segmen yang lebih pendek, pergantian visual yang lebih sering, dan rundown yang lebih ketat daripada acara tatap muka dengan durasi yang sama.

Kesalahan paling umum adalah memindahkan rundown acara offline apa adanya ke format daring. Sesi sembilan puluh menit yang berjalan baik di ruangan akan kehilangan separuh peserta di layar.

Cara memutuskan

Pertanyaannya bukan "mana yang lebih modern", melainkan tiga hal berikut.

Pertama, apakah kehadiran fisik punya nilai yang tidak bisa digantikan. Penandatanganan kerja sama, penghargaan, dan sesi jejaring termasuk. Rapat kerja pemaparan angka biasanya tidak.

Kedua, di mana peserta terpenting berada. Kalau mayoritas pengambil keputusan berada di kota lain, memaksakan acara tatap muka berarti membuat mereka jadi peserta kelas dua.

Ketiga, apakah anggaran cukup untuk mengerjakan hybrid dengan benar. Hybrid yang dikerjakan setengah hati menghasilkan dua pengalaman yang sama-sama kurang. Kalau anggarannya terbatas, satu format yang dikerjakan penuh selalu lebih baik.

Kebutuhan teknis yang sering terlewat

  • Jalur audio terpisah untuk ruangan dan untuk siaran, dari mixer yang sama
  • Layar di ruangan yang menampilkan peserta daring, supaya pembicara tahu mereka ada
  • Koneksi internet dedicated, bukan wifi yang dibagi dengan tamu
  • Rekaman lokal yang berjalan terpisah dari siaran
  • Uji coba penuh sebelum hari-H, dengan pembicara yang benar-benar akan tampil

Lima hal ini dibahas lebih rinci di cara memilih jasa live streaming, termasuk pertanyaan yang sebaiknya Anda ajukan ke vendor.

Penutup

Hybrid bukan versi lebih baik dari daring, dan daring bukan versi hemat dari tatap muka. Keduanya format berbeda dengan aturan main sendiri.

Kalau Anda sedang menimbang keduanya, layanan live streaming dan event management kami biasanya dimulai dari pertanyaan yang sama: siapa penonton utamanya. Jawaban itu menentukan hampir semua keputusan teknis sesudahnya.